abu thalibLiputanIslam.com — Hijrah ke Habasyah (Ethopia) dilakukan setelah orang orang Quraisy menimpakan berbagai bentuk penyiksaan kepada orang orang Islam yang lemah. Di dalam rombongan yang berhijrah itu terdapat Ja’far bin Abi Thalib. Hijrahnya Ja’far bukan karena tekanan dari orang lain sehingga memaksanya untuk ikut berhijrah. Ia sendiri adalah orang yang memiliki kedudukan mulia dan disegani. Putra Abu Thalib ini cukup dimuliakan Quraisy sehingga mereka tidak berani menimpakan sesuatu yang tidak diinginkan kepadanya. Hijrahnya memiliki alasan lain yang lebih mulia. Ia diharapkan dapat menarik orang lain untuk ikut berhijrah, dan menjadi duta antara mereka dan agama mereka yang dipaksa oleh kekuatan lalim agar mereka menjauh dari sumber agama ini.

Namun, kerendahan dan jiwa yang kerdil orang Quraisy tidak berhenti sampai disitu. Orang-orang itu mengutus Amr bin Ash dan ‘Imarah bin al Walid ke Habsyah untuk memperdaya dibawah bayang bayang kezaliman orang-orang yang berhijrah itu. Kedua orang itu membuat berbagai konspirasi untuk menimpakan kesussan dan kejahatan kepada mereka.  Namun Jaf’far yang memiliki mata hati yang tajam dan kecerdasan luar biasa, dapat menangkap kedok konspirasi ini dan membelokkan panah tipuan ini dari sasarannya.

Abu Thalib, mengirimkan bebeapa bait syair kepada Najasyi, raja Habsyah. Di dalamnya ia mengajak Najasyi memuliakan Ja’far dan agar jangan mendengarkan mereka yang ucapannya adalah dusta. Dalam bait bait syair tersebut, dikatakan:

Aduhai, bagaimana di tengah orang itu ada Ja’far

Serta Amr dan para kerabat memusuhi Nabi?

Apakah kebaikan Najasyi di berikan

Kepada Ja’far dan teman-temannya

Ataukah penghasut yang menghalanginya

Ketahuilah, kau tolak laknat, kau orang yang agung mulia

Ketahuilah, Allah membekalimu dengan karunia

Dan sebab-sebab yang mendatangkan kebaikan

Semuanya melekat padamu

Setelah membaca bait bait syair itu, kegembiraan meliputi diri Najasyi. Kebahagiaan luar biasa nampak padanya. Ia merasa tidak ada yang lebih baik selain berterimakasih kepada Abu Thalib atas pujian yang indah dengan memberikan perlindungan kepada orang-orang yang keluar dari rumah mereka untuk datang ke sisinya. Ia pun memuliakan mereka.

Abu Thalib mengetahui ini sehingga ia mengirim lagi beberapa bait syairnya. Dalam syairnya itu, Abu Thalib mengajaknya masuk Islam dan menyebarkan dakwah yang dibawa nabi Muhammad Saw.

Tahukah kau, hai Raja Habsyah, bahwa Muhammad

Adalah nabi seperti Musa dan al-Masih bin Maryam

Ia membawa hidayah

Seperti yang dibawa kedua orang itu masing-masing

Atas perintah Allah

Membawa hidayah dan terpelihara

Kalian telah baca dalam kitab suci kalian

Dengan bahasa kebenaran bukan bahasa rekaan

Jangan buat tandingan bagi Allah dan berislamlah

Karena jalan kebenaran bukanlah kegelapan

Tidak datang padamu sekelompok orang dari kami

Selain mengharapkan kemurahan

Bait bait syair ini merupakan gambaran lain atas keimanannya dan bukti bahwa ia adalah seorang penyeru Islam yang bekerja untuk menyebarkan agama Islam. Ia menganut agama Ilahi dan mempercayai bahwa dakwah ini adalah seorang Rasul dan utusan dari langit. Bait-bait syair ini merupakan bukti atas pengetahuanyang dimiliki Abu Thalib terhadap kitab kitab Samawi , risalah risalah Allah dan para nabiNya.

 

Dikutip dari buku Abu Thalib Mukmin Quraisy karya Abdullah al Khanizi (LiputanIslam.com?AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL