Teheran,LiputanIslam.com-Muhammad Javad Zarif (menlu Iran) dalam pidatonya di sebuah seminar ilmiah, Kamis (28/2) menyatakan, saat ini Barat bukan lagi segalanya dan tak lagi menjadi kiblat dunia.

Zarif menegaskan, hari ini yang menjadi tolok ukur ketangguhan sebuah negara adalah sains, teknologi, kemerdekaan, dan kepercayaan umum rakyatnya.

“Tahun lalu belanja Saudi untuk senjata mencapai angka 67 milyar dolar dan UEA 22 milyar dolar. Padahal, pengaruh berasal dari tempat lain (dan bukan senjata). Tidak semua kekuatan itu berasal dari AS dan Eropa,”kata Zarif.

Dia menyatakan, kelebihan Republik Islam Iran adalah sikap independennya, sehingga kini Iran bukan lagi sebagai objek, tapi merupakan pemain dan aktor.

Zarif lalu membandingkan Iran dengan masa-masa sebelum Revolusi Islam. Menurutnya, pada masa dinasti Qajar dahulu, kebijakan-kebijakan negara Iran justru ditentukan di kedubes-kedubes asing.

Dalam bagian lain pidatonya, Zarif menegaskan bahwa keamanan yang dinikmati Iran adalah hasil jerih payah sendiri, bukan dari pihak lain.

“Kita sendiri yang memproduksi keamanan, bukan mengkonsumsinya. Negara-negara di kawasan membelanjakan 100 milyar dolar hanya untuk membeli senjata. Padahal keseluruhan anggaran militer Iran, termasuk gaji dan dana pensiun, hanya sekitar 16 milyar dolar. Jadi kenapa mereka mencemaskan Iran? Itu karena kita mendapatkan keamanan dan kemajuan dari dalam negeri sendiri,”tandasnya. (af/alalam)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*