Teheran,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Iran dalam wawancara dengan CNN mengatakan,”Saya berpendapat, ada penyakit yang diderita AS, yaitu kecanduan memberlakukan embargo.”

Mohammad Javad Zarif menegaskan, penyakit ini bukan hanya diderita pemerintah AS sekarang, tapi juga oleh pemerintahan Barrack Obama.

“Di masa Obama, alih-alih melaksanakan janji terkait embargo yang sudah dicabut, AS lebih berfokus untuk menjaga embargo-embargo yang belum dihapus,”kata Zarif.

Terkait diberlakukannya kembali embargo-embargo atas Iran, Zarif berkata bahwa dia menduga, AS telah sadar bahwa embargo, setidaknya terhadap Iran, tidak bisa mewujudkan tujuan politik mereka. Maksimal, embargo dan sanksi hanya menimbulkan kesulitan ekonomi atas negara yang menjadi target mereka.

“Saya pikir, orang-orang AS telah belajar dari pengalaman ini. Sayangnya saya keliru,”ujarnya.

Dalam wawancara itu, Zarif menepis kemungkinan dialog dengan pemerintahan Trump di masa mendatang. Menurutnya, tekanan dari para sekutu Eropa Washington bisa meyakinkan Trump untuk mengubah pemikirannya.

“Kami tidak ingin mengkaji ulang kesepakatan nuklir (JCPOA). Kami menghendaki agar AS menjalankan kesepakatan ini…AS praktis menekan dan memaksa Eropa (untuk keluar dari JCPOA). Saya tak ingin menggunakan kata ‘sewenang-wenang,’ namun tindakan AS sama dengan kata ini,”tandas Zarif. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*