Kuala Lumpur,LiputanIslam.com-Sebuah kelompok di Malaysia menganggap ajaran-ajaran Zakir Naik, pemimpin Salafi di India, sebagai ancaman untuk ketertiban umum, persatuan nasional, dan perdamaian di negara ini. Mereka mengajukan tuntutan hukum atas Naik di Pengadilan Tinggi Malaysia.

Menurut laporan media The Star, 19 orang telah memperkarakan Naik di pengadilan. Mereka berpendapat, Naik telah menyebarkan paham terorisme secara terbuka dan merupakan bahaya bagi keamanan nasional Malaysia.

Orang-orang ini menyatakan, Naik telah dilarang beraktifitas di sejumlah negara lantaran keterkaitannya dengan sejumlah kelompok teroris. Mereka meminta pemerintah Malaysia melarang dia masuk negara ini.

Para pengaju tuntutan ini meminta, jika Naik telah mendapatkan izin tinggal selamanya di Malaysia, mereka berharap agar izin ini dicabut.

Tahun lalu, pemerintah negara bagian Melaka telah melarang pidato Naik dengan topik “Kemiripan antara Hindu dan Islam.”

Sebelum ini, pemerintah Malaysia telah membantah klaim Hindustan Times bahwa Naik memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Zakir Naik adalah salah satu tokoh ekstremis dan pemimpin kelompok Salafi di India. Dia mendirikan channel Peace TV dan Badan Riset Islami untuk menyebarkan paham Salafi dan Wahabi di India. Baru-baru ini, lembaga miliknya juga telah dilarang beraktifitas selama lima tahun.

Naik juga dituduh bahwa pidato-pidatonya memberikan motif bagi para pelaku aksi teror di Dhaka, Juli tahun lalu. Aksi teror di sebuah kafe itu menewaskan 22 orang, termasuk 17 sandera asing.

Dua minggu lalu, polisi India telah menangkap Aamir Gazdar, asisten senior Naik, atas tuduhan pencucian uang. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL