Sanaa,LiputanIslam.com-Saleh Samad, ketua Dewan Tinggi Politik Yaman membantah kabar kunjungan jubir Ansharullah ke Riyadh. Dia menyatakan, Saudi tidak siap untuk berdamai, karena Riyadh tak bisa mengambil keputusan sendiri.

“Masalahnya adalah Saudi bukanlah penentu keputusan. Mereka tak punya wewenang untuk itu. Kami bertanggung jawab di hadapan martabat rakyat Yaman dan pengorbanan mereka. Kami tidak akan pernah menginjak-injaknya,”tutur Saleh Samad, demikian dilansir Sputnik.

Dia menambahkan, jika para agresor, khususnya Saudi, ingin berdamai, maka lakukanlah. Samad mengakui bahwa kedua belah pihak sama-sama menanggung kerugian.

“Mari kita akhiri perang. Namun, jika mereka menolak tawaran kami, kami juga tak akan menyerah. Kami akan menggilas mereka dan tak akan membiarkan mereka menindas martabat kami,”tegasnya.

Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman menyatakan, Ansharullah tidak haus perang atau mencari gara-gara. Namun, dari sisi lain,  kehormatan dan martabat Yaman tidak bisa diperjual-belikan.

Samad menyeru para serdadu dari Angkatan Bersenjata Yaman yang bergabung dengan agresor untuk kembali membela tanah air mereka.

“Sebaiknya mereka tahu bahwa mereka dijadikan alat oleh para agresor. Mereka harus sadar bahwa mereka sedang mengabdi kepada UEA. Pada hakikatnya, Saudi dan UEA-lah yang memperburuk perang di Yaman melalui proksi-proksi mereka,”tandas Samad. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL