Sanaa,LiputanIslam.com-Koalisi Arab yang dipimpin Saudi telah mengagresi Yaman sekira tiga tahun. Hingga kini agresi tersebut telah menewaskan dan melukai lebih dari 36 ribu warga Yaman.

Guna memengaruhi opini umum, media-media para negara agresor memutarbalikkan fakta di lapangan. Tujuannya adalah mengesankan kegagalan mereka selama ini sebagai sebuah keberhasilan.

Berita yang dipublikasikan kanal Saudi, al-Arabiya dan al-Hadath, adalah hoax terbaru yang dirancang media-media koalisi Arab terhadap Yaman. Hoax ini menyebutkan, sekitar empat ribu serdadu Houthi (Ansharullah) telah berada di kota Naham, arah timur laut Sanaa.

Kabar dusta ini tak pelak menjadi bahan olok-olok sumber-sumber militer Yaman.

Kanal al-Arabiya pada 28 Februari menukil dari sumber di koalisi Saudi, bahwa “pasukan koalisi di Naham menghadapi serangan kelompok Houthi yang terdiri dari empat ribu serdadu.”

Dua hari setelah itu, kanal yang sama memberitakan bahwa Houthi mengalami kesulitan akibat sedikitnya jumlah serdadu usai terbunuhnya Ali Abdullah Saleh.

Dalam wawancara dengan murasil.net, seorang sumber di tentara Yaman dan Ansharullah membantah kabar tersebut. Dia menyatakan, koalisi Saudi merasa malu karena gagal mewujudkan tujuan selama tiga tahun menggempur Yaman.

“Mereka (koalisi Saudi) pada suatu hari mengklaim, tentara Yaman dan Ansharullah tidak memiliki serdadu. Tapi di hari lain, mereka menyebut kami punya ribuan serdadu. Pernyataan-pernyataan kontradiktif ini adalah pertanda kekalahan yang dicemaskan musuh,”ujar sumber tersebut.

Menurutnya, dalam perang modern, empat ribu serdadu tidak akan bertempur sekaligus di satu daerah. “Jumlah sebanyak ini datang untuk menghadiri unjuk rasa di Naham, bukan untuk menyerang,”tambahnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*