Sanaa,LiputanIslam.com-Juru bicara resmi pemerintah Yaman menepis kabar sejumlah media soal instruksi penghentian serangan ke Hudaydah. Dhaifullah Shami mengatakan, kabar itu bohong dan merupakan upaya musuh untuk mengambil nafas dan memulai serangan baru.

“Klaim pasukan koalisi tentang gencatan senjata adalah dusta dan penyesatan opini umum,”kata Shami.

“Negara-negara agresor berusaha membeli waktu dengan pernyataan-pernyataan dusta di media,”lanjutnya.

“Kami tidak menentang proses perundingan, bahkan perundingan adalah kehendak kami. Namun syarat dari kami adalah perundingan ini bukan sandiwara belaka.”

Kantor berita Reuters pada Kamis (15/11) mengutip dari sejumlah sumber, bahwa koalisi pimpinan Saudi menginstruksikan penghentian operasi di Hudaydah.

Di lain pihak, sumber-sumber yang dekat dengan Ansharullah menyatakan bahwa kondisi hanya menjadi lebih “tenang.” Bahwa kabar gencatan senjata tidak diumumkan oleh pihak koalisi adalah bukti bahwa pihak musuh sedang mengambil nafas baru untuk menyerang kembali.

Menurut sejumlah analisis, kabar penghentian serangan ke Hudaydah, cepat atau lambat, akan tersiar. Sebab, dengan melihat kegagalan serangan koalisi ke kawasan yang sama dua bulan lalu, pada hakikatnya koalisi Saudi melibatkan diri dalam perang yang tak akan bisa mereka menangkan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*