Bangladesh,LiputanIslam.com—Para pengungsi Rohingya yang saat ini berada di kamp Cox’s Bazar-Bangladesh tengah berjuang menghadapi virus dan penyakit, serta kondisi alam yang keras. Mereka harus berjuang melawan virus-virus yang menular dan resiko longsor akibat hujan.

Peter Salama, Ketua Tanggap Darurat WHO menyebut bahwa resiko yang ditimbulkan oleh kondisi seperti itu sangat luar biasa. “Saya menyadari betapa rapuhnya lingkungan seperti itu bagi manusia,” ucap Salama seperti dikutip al-Jazeera pada Jum’at (24/8).

Menurut Salama, kamp Cox’s Bazar terlalu sempit bagi satu juta pengungsi Rohingya. Kepadatan serta kondisi alam yang keras ini menyebabkan lahirnya beragam penyakit. Penyakit Malaria, Kolera, dan Difteri adalah ragam penyakit yang harus mereka hadapi.

Seperti diketahui sebelumnya, ribuan warga Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar. Rumah-rumah mereka dibakar dan penduduk yang tersisa pun dibantai. Hasilnya, warga minoritas Muslim Rohingya ini pun terpaksa melarikan diri dari kekejaman tersebut. Mayoritasnya pergi ke Bangladesh, karena negara inilah tujuan terdekat yang mampu mereka jangkau. (fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*