Washington,LiputanIslam.com-Harian ternama AS dalam kolomnya menyatakan, serangan tiga negara Barat bukan ancaman bagi Bashar Assad untuk tetap berkuasa.

“Setelah diketahui bahwa sasaran serangan hanya ‘fasilitas terkait senjata kimia’ Suriah, kini kekhawatiran akan terjadinya sebuah perang besar telah menguap,”tulis Washington Post (WP).

Menurut WP, Trump menyebut serangan itu sukses besar dan menyatakan dalam akun Twitter-nya “misi telah dilaksanakan.” Namun, para pendukung Assad bersukacita di jalanan Damaskus dan menyadari bahwa tak akan ada perang besar.

“Warga (Damaskus) berkumpul di alun-alun utama ibukota dan menyanyikan lagu-lagu patriotris. Mereka juga mengibarkan bendera Suriah, Iran, dan Rusia.”

Menurut seorang dosen sejarah di Universitas Shawnee di Ohio, serangan Barat tak akan menimbulkan perbedaan dalam perkembangan di lapangan.

“Serangan ini tak lebih hanya untuk menunjukan bahwa garis merah Barat masih dijaga, bukan sebagai pukulan telak untuk pemerintahan Assad,”kata Amr al-Azam kepada WP.

“Dalam pandangan Assad, ini adalah sebuah kemenangan besar. Dia pasti berpikir, (serangan) ini bagus dan saya bisa mengatasinya. Assad berpikir bahwa dia memperoleh lebih banyak dari apa yang hilang darinya,”lanjut al-Azam.

WP menyebut bahwa warga Suriah menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap serangan segitiga Barat ini. Mereka melambai-lambaikan foto Assad dan mengolok-olok Trump. Seorang wanita dalam wawancara televisi mengatakan,”Kami katakan kepada Trump bahwa kau tidak bisa berbuat apa-apa. Kami di sini sedang merayakan kegagalanmu.”

Seorang analis dari Institut Internasional untuk Riset Strategis berpendapat, serangan Barat tak akan bisa memaksa Assad untuk melakukan perundingan yang dikehendaki AS dan sekutunya.

‘Sebelum ini, Assad sukses meredam serangan yang lebih hebat. Kali ini dia juga akan sanggup mengatasinya,”kata Emile Hokayem. (af/alalam/washington post)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL