Baghdad,LiputanIslam.com-Demi meningkatkan pengaruh Washington di Irak, pemerintah Donald Trump dikabarkan menekan Baghdad untuk membatalkan kesepakatan senilai 15 milyar dolar dengan perusahaan Jerman, Siemens.

CEO Siemens, Joe Kaeser, pada September lalu bertemu dengan al-Abadi terkait pembuatan kapasitas 11 gigawatt di Irak. Rencananya, proyek ini akan dijalankan selama 4 tahun ke depan dan diprediksi menciptakan ribuan lapangan kerja,

Menurut laporan Bloomberg, Irak dipaksa untuk mengganti kesepakatan dengan perusahaan asal AS, General Electric.

Para pejabat senior AS telah memperingatkan Haider al-Abadi (PM Irak), jika Baghdad melanjutkan kesepakatan dengan Siemens, masa depan hubungan Irak-AS akan terancam.

“Ini adalah bagian dari kampanye besar partisipasi AS dalam membentuk pemerintahan Irak, dan upaya untuk mendukung pemerintah Baghdad serta mengurangi pengaruh Iran,”kata Garrett Marquis, jubir Dewan Keamanan Nasional AS.

Menurut para pejabat AS, Washington juga telah menandatangani nota kesepahaman yang lebih komprehensif dengan Irak, guna mengembangkan sektor energi Irak dan mengubahnya menjadi negara mandiri dalam bidang energi. Namun, AS dihadang tembok besar dalam upaya ini, sebab Irak tidak memiliki infrastruktur untuk memanfaatkan sumber energi yang dimilikinya. Irak masih bergantung kepada Iran dalam masalah impor gas alam. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*