Washington,LiputanIslam.com-AS telah menarik visa seorang jaksa Pengadilan Pidana Internasional (ICC), dengan dalih ia menyelidiki kinerja tentara AS di Afghanistan.

Fatou Bensouda (58 tahun) telah mengkonfirmasi kabar pencabutan visanya ini. Menurutnya, penyelidikan yang sudah dilakukan selama 2 tahun ini meliputi semua pihak yang terlibat dalam perang, termasuk perlakuan para serdadu AS terhadap tahanan.

Mike Pompeo (menlu AS) pada 16 Maret lalu mengancam, siapa pun yang menginvestigasi kejahatan perang AS atau Rezim Zionis, maka dia akan kehilangan visa masuk ke AS, serta dijatuhi sanksi-sanksi serius.

Meski pernyataan congkak Pompeo mendapat kecaman PBB dan Uni Eropa, tetap saja Washington melaksanakan ancaman ini.

Bensouda selalu mengunjungi New York untuk bermusyawarah dengan petinggi PBB terkait investigasi kejahatan perang tentara AS di Afghanistan.

Dilansir Russia Today, Pompeo berkomentar soal pencabutan visa bagi orang yang menyelidiki kejahatan perang negaranya dan Israel. Menlu AS berpendapat, hal ini harus dilakukan, sebab investigasi apa pun terkait kejahatan perang dan penyiksaan yang dilakukan AS adalah ancaman terhadap aturan negara ini.

“Siapa pun yang terlibat dalam investigasi, walau dia berasal dari Pengadilan Pidana Internasional sekalipun, maka visanya akan dicabut atau tak akan mendapatkan visa,”ujarnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*