Quds,LiputanIslam.com-Dalam rangka solidaritas untuk para tahanan Palestina yang mogok makan hingga hari ke-11 secara berturut-turut, warga di Quds (Yerusalem) dan Tepi Barat melakukan pemogokan massal.

Kamis (27/4) semua pusat perdagangan di sektor lama Quds, jalan Shahahudin, distrik Isawiyah, Jabal al-Mukabbar, dan sejumlah daerah lain ditutup. Hal ini dilakukan warga sebagai bentuk dukungan terhadap para tahanan yang menuntut hak sah mereka di penjara-penjara Israel.

Menurut kantor berita Shafa, biro intelijen Rezim Zionis berusaha meyakinkan para pedagang untuk membuka toko-toko mereka. Namun para pedagang menolak menuruti perintah tersebut. Pemogokan ini juga meliputi sekolah pemerintah dan swasta serta sarana-sarana transportasi umum di Quds.

Aksi-aksi solidaritas serupa juga dilakukan malam lalu di banyak distrik Quds. Para pemuda di distrik Wadi al-Jauz dan Anata ikut dalam demo dan meneriakkan slogan-slogan nasional untuk mendukung para tahanan.

Pemogokan ini meluas hingga ke seluruh Tepi Barat dan menyebabkan jalanan sepi dari kendaraan serta pejalan kaki. Hal ini mengingatkan warga akan momen Intifadhah I di tahun 1987. Saat itu, warga Palestina juga melakukan pemogokan massal sebagai bentuk protes terhadap tindakan-tindakan Israel.

Berdasarkan laporan Maan, sejumlah gerbang masuk kota Betlehem dihalangi dengan batu dan ban. Sekelompok pemuda di Ramallah juga menutup jalan antara Ramallah dan al-Birah dengan ban-ban yang dibakar. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL