TelAviv,LiputanIslam.com-Ribuan warga Tel Aviv turun ke jalan pada Sabtu malam (14/7). Mereka berdemo untuk memrotes draf kontroversial “Nation-State” di parlemen Rezim Zionis.

Harian Jerusalem Post melaporkan, sekitar 2500 orang warga Tel Aviv ikut dalam unjuk rasa tersebut.

Melalui spanduk-spanduk bertuliskan “Di sini adalah rumah kami semua,” para pengunjuk rasa menyatakan bahwa draf “Nation-State” adalah rasis dan diskriminatif.

“Undang-undang Nation-State akan membuat rasialisme, diskriminasi, dan perpecahan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Selain itu, rasialisme dan diskriminasi juga tengah menjadi pusat perhatian kabinet Israel,”demikian disebutkan dalam statemen akhir unjuk rasa tersebut.

Berdasarkan draf yang juga dikenal dengan “Jewish State” ini, semua bagian Palestina dinyatakan sebagai negara untuk Zionis saja dan warga Palestina tidak akan memperoleh hak-hak sipil mereka. Bahasa Arab juga akan dihapus di sekolah-sekolah dan bahasa Ibrani akan diumumkan sebagai bahasa resmi di kawasan tersebut.

Draf ini telah disahkan dalam pembahasan-pembahasan tahap awal di Knesset (parlemen Israel). Rencananya, parlemen Israel akan mengadakan pemungutan suara final pada Senin malam nanti. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*