BaitulMaqdis,LiputanIslam.com-Rezim Zionis melakukan tindakan pengamanan guna menghadapi demo besar-besaran yang akan dilakukan warga Palestina hari ini, Jumat (21/7). Pada hari yang disebut “Hari Kemurkaan” ini, warga Palestina akan memprotes agresi Rezim Zionis di Masjid al-Aqsha.

Tentara Israel dilaporkan telah mempersiapkan lima batalion di sekitar masjid suci ini untuk mengatasi potensi kerusuhan.

Kemarahan warga Palestina dipicu pemasangan pintu detektor logam di gerbang-gerbang masuk Masjid al-Aqsha pada Jumat pekan lalu.

Para tokoh dan ulama Palestina mengecam keras langkah ini dan menuntut agar pintu-pintu detektor tersebut dicabut.

Muhammad Husain, mufti Baitul Maqdis, pada Senin (17/7) lalu menyatakan, Darul Fatwa telah melarang jamaah salat memasuki masjid melalui pintu detektor.

“Orang yang masuk melalui pintu tersebut, maka salatnya batal,”kata Husain.

Ikrimah Shabri, khatib Masjid al-Aqsha, juga menyatakan, warga Palestina harus melakukan salat di luar masjid dan tidak boleh melewati pintu detektor dengan alasan apa pun. Shabri mengalami luka-luka saat bentrok dengan serdadu Zionis di depan gerbang masjid pada Selasa malam (18/7).

“Orang yang menentang kepentingan kolektif ini adalah pengkhianat. Upaya menggagalkan pemasangan pintu detektor ini lebih penting dari salat di dalam Masjid,”kata Shabri.

Serdadu Zionis menggunakan meriam air untuk membubarkan jemaah yang melakukan salat di dekat gerbang al-Asbath.

Sumber-sumber Palestina mengabarkan, sedikitnya 55 orang terluka dalam serangan serdadu Israel pada Kamis malam dan Jumat pagi ini terhadap para pengunjuk rasa. Dua di antara korban dilaporkan dalam kondisi kritis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL