Tokyo,LiputanIslam.com-Dilansir dari harian Japan Today, Shinzo Abe (PM Jepang) pada hari Senin (25/2) menyatakan,”Sudah 20 tahun berlalu dari kesepakatan Jepang-AS untuk memindahkan pangkalan Futanma. Kami tak bisa lagi menunda pemindahan ini.”

Padahal berdasarkan referendum hari Minggu kemarin, warga Okinawa menuntut agar pangkalan militer AS di wilayah mereka ditutup, bukan hanya berpindah tempat.

Sekira 72 persen warga menentang pemindahan pangkalan Futanma dan 19 persen mendukungnya. Hasil referendum ini sendiri tidak bersifat mengikat bagi pemerintah Jepang.

“Kami sudah bertahun-tahun berbicara dengan warga terkait masalah ini. Dialog ini akan terus berlanjut sampai kesepahaman bisa terwujud. Pemerintah pusat bertanggung jawab untuk mengurangi beban masalah ini (keberadan pangkalan militer AS) atas Okinawa,”terang Abe.

Warga Okinawa tidak suka harus menampung lebih dari setengah serdadu AS yang berjumlah 47 ribu di Jepang. Keberadaan para serdadu ini kerap menimbulkan masalah sosial di Okinawa.

Demi mengurangi gesekan dan konflik, Jepang dan AS pada 1996 tahun sepakat untuk memindahkan pangkalan Funtama dari daerah padat penduduk ke kawasan pesisir yang terpencil di Okinawa.

Para penentang rencana ini menuntut agar pangkalan tersebut dibawa keluar dari Okinawa. Mereka berpendapat, semua kawasan di Jepang harus ikut bertanggung jawab untuk menampung para serdadu AS. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*