Baghdad,LiputanIslam.com-Media-media Irak dan Arab dalam beberapa hari terakhir memberitakan, putra mahkota Saudi akan mengunjungi Irak dalam waktu dekat. Berita ini tak pelak memicu reaksi keras di pentas politik dan sosial Irak.

Menurut para pengamat, reaksi keras ini disebabkan kebijakan destruktif Saudi terhadap Irak selama 15 tahun terakhir.

Warga Irak berpendapat, sokongan dana dan politik Saudi terhadap kelompok teroris di Irak adalah faktor tertumpahnya darah ribuan warga sipil Irak, juga menyebabkan kerugian dalam infrastruktur negara mereka.

Para aktivis politik dan anggota parlemen Irak juga menyuarakan penentangan terhadap rencana kunjungan Muhammad bin Salman (MbS).

Terkait kabar bahwa MbS akan mengunjungi Najaf dan bertemu dengan para ulama di sana, seorang anggota Majelis Tinggi Irak menyatakan, para marji’ Syiah tak akan menukar darah syuhada Irak dengan kunjungan putra mahkota Saudi.

Menurut Jalaludin Saghir, rezim Saudi telah menumpahkan darah rakyat Irak (dengan menyokong kelompok-kelompok teroris). Oleh karena itu, tak satu pun yang akan merasa senang bertemu dengan MbS dan menyambutnya.

Abu Mahdi al-Muhandis, deputi al-Hashd al-Shaabi, dalam acara penghormatan para syuhada di Najaf, Minggu (18/3) mengatakan, Saudi dan UEA masih terus mendukung terorisme di Irak dan mengeluarkan biaya besar untuk menghancurkan Irak. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*