.

Idlib,LiputanIslam.com-Menurut laporan al-Alam, masalah yang dihadapi dua kota yang masih dikepung, Fu’ah dan Kafriya, terus berlanjut. Dengan habisnya persediaan makanan dan obat-obatan, warga dua kota ini berhadapan dengan krisis sebenarnya.

Dilaporkan bahwa warga terpaksa mengkonsumsi rumput dan semak untuk mencegah anak-anak mereka kelaparan.

Jurnalis al-Alam, Jamil al-Syaikh, mengatakan,”Di ambang tahun ketiga pengepungan Fu’ah dan Kafriya serta tiadanya bantuan yang sampai ke kedua kota ini sejak 14 bulan lalu, kematian akibat kelaparan membayangi warga di dua kota ini.”

Tiada lagi makanan yang bisa ditemukan di banyak rumah warga. Bahkan rak-rak toko pun kosong dari bahan pangan. Hanya sayur mayur dan rumput untuk hewan yang dipajang, itu pun dijual dengan harga mahal.

Seorang warga Fu’ah berkata,”Saya adalah pemilik toko di pasar Fu’ah. Dahulu toko saya penuh dengan barang-barang. Tapi kini tak ada barang yang bisa dijual di toko saya. Barang yang ada pun terpaksa dijual dengan harga amat mahal.”

Menurut jurnalis al-Alam, mahalnya harga sayuran dan rerumputan mungkin disebabkan bahaya dan risiko besar saat mengumpulkannya. Sebab kebanyakan wilayah Fu’ah dan Kafriya berada dalam jangkauan penglihatan para snipper dan roket kelompok bersenjata. Meski demikian, rasa lapar memaksa warga mengabaikan risiko ini. Para warga, baik besar atau kecil, nekat mencari makanan di wilayah tersebut agar tidak mati kelaparan. Kebanyakan mereka adalah yang tidak memiliki uang untuk membeli pangan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL