Washington,LiputanIslam.com-Mike Pence, wakil presiden AS, dikabarkan menunda kunjungannya ke Timur Tengah, setelah sebelumnya direncanakan akan berangkat Selasa ini (19/12).

Para pejabat Gedung Putih menyatakan, Pence akan menghadiri rapat pemungutan suara terkait UU Pajak di Senat AS. Sebab itu, kunjungannya ke Timur Tengah diundur ke tanggal 14 Januari 2018.

Menurut Bloomberg, salah satu tujuan kunjungan Pence ke Timur Tengah adalah meredam kemarahan para tokoh Muslim dan Arab akibat keputusan sepihak Trump terkait al-Quds.

Sebelum ini, Paus Theodoros II (pemimpin Kristen Ortodoks Koptik Mesir), Adeeb Joudeh (juru kunci Gereja Makam Kudus Yerusalem), dan Ahmad el-Thayeb (Imam Besar Masjid al-Azhar) merilis statemen secara terpisah sebagai respon atas keputusan Trump. Mereka mengumumkan tidak akan menyambut kedatangan Mike Pence dalam kunjungannya ke Timur Tengah.

Pence direncanakan mengunjungi piramida Giza di Kairo dan menemui para tokoh Kristen Koptik di Mesir. Dia juga akan menemui para petinggi Rezim Zionis, berpidato di Knesset (parlemen Israel), dan mengunjungi Tembok Ratapan di al-Quds.

Al-Quds adalah bagian tak terpisahkan dari Palestina dan merupakan salah satu tempat suci bagi kaum Muslim. Berdasarkan resolusi PBB, kota itu termasuk dari wilayah yang diduduki Israel. Sebab itu, pernyataan Trump bahwa al-Quds adalah ibukota Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi PBB. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL