Riyadh,LiputanIslam.com-Perkembangan dan perubahan terus berlanjut di tengah masyarakat Saudi. Kini para wanita Saudi tidak diharuskan memakai abaya seperti sebelumnya.

Dewan Ulama Saudi mengumumkan, wanita negara ini boleh menanggalkan abaya, dengan syarat mereka mengenakan pakaian sederhana dan tidak mencolok.

Menurut laporan France 24, abaya adalah pakaian yang menutupi tangan dan kaki wanita. Hingga dua tahun lalu, pakaian ini diwajibkan bagi wanita Saudi, sehingga pelanggarnya bisa dikenai hukuman penjara.

Namun baru-baru ini, seorang ulama dalam sebuah acara radio menyatakan, tak ada pemaksaan dalam agama agar wanita harus mengenakan abaya.

“Lebih dari 90 persen wanita saleh di Dunia Islam tidak mengenakan abaya, bahkan tidak mengenal jenis pakaian ini. Kami juga tidak memaksa para wanita untuk mengenakannya,”kata Syekh Abdullah al-Mutlaq.

Sejauh ini pemerintah Saudi belum bereaksi atas fatwa ini. Sejak Muhammad bin Salman (MBS) diangkat sebagai putra mahkota, sejumlah kebijakan longgar diberlakukan demi menyongsong apa yang disebutnya sebagai “Visi 2030.”

MBS berupaya menunjukkan dirinya sebagai figur modern yang tidak kolot. Di lain pihak, sejumlah perkembangan yang terjadi di Saudi ditengarai sebagai upaya menutupi sejumlah penangkapan besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut para pengamat, MBS membuat perubahan di masyarakat Saudi dengan koordinasi Amerika. Tujuannya adalah mempersiapkan lahan untuk dirinya naik takhta. Raja Salman sudah berusia lanjut dan tidak bisa berkuasa untuk waktu yang lama. Amerika menilai, opsi terbaik untuk menggantikan Raja Salman adalah putranya sendiri, karena dia bisa mewujudkan kepentingan-kepentingan Amerika. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL