Beirut,LiputanIslam.com-Syekh Naim Qasim, wakil sekjen Hizbullah, menyatakan bahwa Lebanon bukan lagi santapan empuk negara-negara lain. Hal ini disampaikan Qasim sebagai tanggapan untuk klaim Rezim Zionis. Sebelum ini, Avigdor Lieberman mengklaim, tambang minyak Lebanon adalah milik Israel.

“Sikap Lebanon terhadap statemen Lieberman adalah unjuk kekuatan. Israel tahu benar hal ini, karena mereka berhadapan dengan segitiga tentara, rakyat, dan poros resistansi,”kata Qasim.

Dia menambahkan, masa arogansi Rezim Zionis telah berakhir, dan Israel menyadari fakta ini sejak tahun 2000 lalu.

Hizbullah, menurut Qasim, berperan penting dalam kekuatan Lebanon. “Senjata-senjata kami selalu dibidikkan ke arah mereka (Israel),”tandasnya.

Terkait tekanan finansial baru Amerika terhadap Hizbullah, Qasim menilai, penyebabnya adalah perlawanan kelompoknya terhadap Rezim Zionis. Dia berkata, jika kami berhenti melawan Israel, Amerika akan menghadiahkan milyaran dolar kepada Hizbullah.

Baru-baru ini, Kementerian Hukum Amerika membentuk komite untuk menyelidiki sumber keuangan Hizbullah. Asisten Menteri Keuangan Amerika, Marshall Billingsley, diutus ke Beirut dan menemui sejumlah pejabat Lebanon terkait masalah ini.

Komite ini dibentuk usai Amerika mengklaim bahwa Hizbullah terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika dan pencucian uang. Hizbullah bereaksi dan menyebutnya klaim itu sebagai omong kosong.

Terkait perselisihan antara partai Gerakan Patriotik Merdeka dan Partai Amal, Qasim berkata, tiap perselisihan harus diatasi dengan cara saling menghormati dalam bingkai hukum. Dia menyatakan, persatuan di Lebanon akan terus berlanjut dan masa depan akan membuktikan kebenaran jalan mereka.

Sebelum ini, menlu Lebanon sekaligus pemimpin partai Gerakan Patriotik Merdeka, Gebran Bassil, menyebut Nabih Berri, ketua parlemen dan pemimpin Partai Amal, sebagai “berandal.” Statemen itu kontan memicu ketegangan antara kedua partai dalam beberapa hari terakhir.

Hizbullah, yang bersekutu dengan kedua partai tersebut, berupaya menenangkan situasi. Hasilnya, Partai Amal kemarin mengumumkan akan mengakhiri unjuk rasa di jalanan. Presiden Lebanon, Michel Aoun, juga dikabarkan telah berdialog dengan Nabih Berri. (af/alalam/irna)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*