NewYork,LiputanIslam.com-Riyad Mansour, wakil Palestina di PBB, mengatakan, program perdamaian Donald Trump untuk Palestina dan Israel, yang sudah lama ditunggu-tunggu, telah gagal sejak awal.

Dikutip dari Washington Post, Mansour kepada para wartawan menyatakan, sejak Trump pada 6 Desember lalu mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel, Amerika telah kehilangan kelayakan sebagai pengawas proses politik perdamaian antara Palestina dan Rezim Zionis.

“Amerika menyambut partisipasi Palestina dalam program perdamaiannya. Namun kami tidak berencana bergabung dalam program tersebut,”kata Mansour.

“Kami menginginkan partisipasi berbagai negara dalam perundingan damai untuk mengakhiri konflik. Dengan demikian, Amerika bukan satu-satunya pengawas proses (perdamaian) ini. Rakyat Palestina menginginkan al-Quds Timur sebagai ibukota negara mereka. Menurut mereka, kondisi al-Quds adalah hal terakhir yang mesti diputuskan,”lanjutnya.

Mansour juga mengecam pemerintahan Trump atas dukungannya terhadap Rezim Zionis. Dia menyebut Nikki Haley (wakil Amerika di PBB) lebih ‘Israel” daripada orang Israel sendiri.

Wakil Palestina juga mengkritik pengurangan anggaran bantuan Amerika untuk negaranya. Haley tidak menyinggung pengurangan anggaran ini, tapi justru mendiskreditkan negara-negara Arab dan Muslim. Haley mengklaim, negara-negara Muslim cuma membela Palestina sebatas omongan saja dan tidak memberi uang untuk rakyat Palestina. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*