Mosul,LiputanIslam.com—Butuh waktu sembilan bulan untuk membebaskan kota Mosul dari cengkeraman kelompok militan ISIS (Islamic State of Irak and Suriah) sejak kota ini dideklarasikan sebagai pusat kekhalifahan kelompok teroris tersebut pada 2014 silam.

Namun setelah militer Irak bertempur keras melawan kelompok militan ISIS, akhirnya pada 10 Juli lalu, Perdana Menteri Haider al-Abadi pun mendeklarasikan kemenangan Irak atas kelompok teroris tersebut.

Tepat satu bulan sejak kemenangan itu diumumkan. Tetapi kota Mosul masih tetap dipenuhi dengan reruntuhan bangunan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran para penduduk terkait masa depan mereka.

Salah seorang penduduk kota Mosul, Abdelfattah dan seorang penjual teh bernama Ziyad Chaichi, mengatakan pada Kamis (10/8) bahwa mereka sudah cukup merasa aman hidup di kota ini. Tetapi, kurangnya berbagai pelayanan dan bantuan membuat mereka merasa mustahil untuk membangun kembali kehidupan mereka.

PBB memperkirakan biaya yang akan dihabiskan untuk membangun Irak bisa mencapai 1 milyar dolar.

Meski begitu, ada juga beberapa warga Mosul yang sudah merasa nyaman dengan kehidupan baru yang mereka dapatkan. Di antara nya adalah Raad Abdelaziz, seorang pembuat penampungan air di lingkungan Dawrat al-Hammameel.

Konflik yang terjadi di Mosul telah merenggut nyawa ribuan orang. Sebelumnya, Irak dikenal sebagai negara yang penuh keragaman. Rakyatnya, terdiri dari para penganut agama konservatif hingga nasionalis. Namun, setelah setelah Amerika Serikat melakukan invasi militer untuk menggulingkan Saddam Hussein pada 2003, Irak pun berubah menjadi markas besar kelompok al-Qaeda.

Sekitar 80 persen bangunan yang ada di kota Mosul mengalami rusak parah akibat pertempuran. Hingga kini, yang tersisa hanya puing-puing reruntuhan bangunan yang membuat wajah kota Mosul menjadi semakin suram. (fd/NRT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL