Washington,LiputanIslam.com-19 orang dari mantan petinggi kemenlu, biro intelijen pusat, dan agen keamanan nasional AS mengirim sebuah memorandum kepada Donald Trump. Mereka memperingatkan, Tel Aviv berusaha menggiring Washington untuk memerangi Iran melalui dokumen-dukumen palsu.

Di awal memorandum yang dimuat di Consortium News ini, mereka yang tergabung dalam VIPS (Veteran Intelligence Professionals for Sanity) mengingatkan klaim George W. Bush terkait senjata pemusnah massal di Irak. Mereka menegaskan, dokumen-dokumen yang diklaim Israel terkait program nuklir Iran mirip dengan dokumen-dokumen palsu tentang Irak masa itu.

“Benyamin Netanyahu tengah mempermainkan Anda soal Iran,”demikian peringatan yang diberikan VIPS kepada Trump.

Mereka menyatakan, PM Israel “mendaur ulang informasi dari dokumen-dokumen yang sudah terbukti palsu.”

“Jika Anda percaya ada dokumen-dokumen terpercaya yang menunjukkan Iran punya program persenjataan rahasia, maka menurut kami Anda telah tertipu. Jika Anda mengambil keputusan terkait Iran berdasarkan ‘info-info menyesatkan,’ dampaknya akan jauh lebih buruk dari skandal yang dilakukan Bush/Cheney di Irak.”

Memorandum ini ditandatangani oleh antara lain Wlliam Binney (mantan direktur teknik NSA untuk analisis geopolitik dan militer), Senator Richard Black (senator Virginia), Marshal Carter-Tripp (perwira pensiunan kemenlu AS), dan Kathleen Christison (pensiunan analisis senior CIA untuk Timur Tengah). (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*