Caracas,LiputanIslam.com-Pemerintah Venezuela mengecam intervensi Amerika dalam pemilihan walikota di negara tersebut. Campur tangan itu disebut sebagai pertanda kelemahan dan keputusasaan pemerintah Trump akibat gagalnya kebijakan Washington.

Jorge Arreaza, menteri luar negeri Venezuela, melalui akun Twitter-nya mengkritik sikap Amerika terhadap sistem demokrasi negaranya.

“Sikap menggelikan jubir kemenlu Amerika terkait pemilihan walikota Venezuela, adalah bukti kelemahan dan keputusasaan akibat kemenangan demokrasi dan rakyat Venezuela,”cuit Arreaza dalam akunnya.

Jubir kemenlu Amerika, Heather Nauert, kemarin (11/12) menentang penyelenggaraan pemilihan walikota di Venezuela. Dia mengklaim, demokrasi di Venezuela harus dihidupkan kembali.

Sebelum ini, ketua parlemen Venezuela menyatakan, Amerika telah kalah dalam pemilihan walikota di negaranya.

Berdasarkan hasil resmi yang telah diumumkan, para pendukung pemerintah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan tersebut. Mereka mendapat 308 kursi dari 335 yang diperebutkan. Pemerintah Venezuela mengungkapkan, partisipasi rakyat dalam pemilihan mencapai 47,36 persen.

Usai pemilihan, Nicolas Maduro menyatakan bahwa para pendukung pemerintahannya mendapatkan setidaknya 90 persen jabatan walikota.

Kendati menghadapi sejumlah krisis ekonomi dan kemelut politik, Maduro adalah calon terkuat partai penguasa Venezuela untuk pilpres tahun 2018 nanti.

“Kami siap berkompetisi dalam pilpres tahun depan. Tahun 2018 adalah tahun milik para pendukung Hugo Chavez. Penyelesaian masalah ekonomi adalah salah satu prioritas pemerintah saat ini,”ujar Maduro. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL