Caracas,LiputanIslam.com-Pemerintah Venezuela pada hari Minggu (3/11) mengultimatum para diplomat El Salvador untuk kembali ke negara mereka dalam tempo 48 jam.

Kemenlu Venezuela mengunggah ulang cuitan Jorge Arreaza (menlu Venezuela) melalui akun resminya di Twitter. Dalam cuitan itu disebutkan:”Berdasarkan prinsip timbal balik, Venezuela mengusir para pekerja diplomatik El Salvador dari Caracas. Amat disayangkan bahwa Nayib Abukele (presiden El Salvador) menjadi boneke kebijakan luar negeri AS karena dukungannya terhadap strategi Washington di hadapan Venezuela.”

Baca: Pemimpin Besar Iran Tegaskan Lagi Penolakan terhadap Perundingan dengan AS

Pada hari Sabtu (2/11), El Salvador meminta agar para diplomat Venezuela meninggalkan negara itu, menyusul klaimnya bahwa pemerintahan Nicolas Maduro bukan pemerintahan yang sah.

Dalam statemennya, pemerintah El Salvador menyatakan, Abukele mengakui Juan Guaido (pemimpin oposisi Venezuela) sebagai presiden sementara Venezuela hingga berlangsungnya pemilu bebas di negara tersebut.

“El Salvador akan menerima delegasi diplomat baru yang direkomendasikan Guaido. El Salvador menunggu penyerahan surat tugas dari para diplomat baru Venezuela,”demikian disebutkan dalam statemen itu.

Sejumlah negara telah mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela, menyusul klaim tidak sahnya proses pemilu yang memenangkan Maduro.

Guaido telah mengendalikan beberapa kedubes Venezuela di sejumlah negara, termasuk AS dan Costa Rica.

Begitu statemen pemerintah El Salvador dirilis, dubes AS untuk El Salvador, Ronald Johnson, segera mengapresiasi langkah itu dengan mengunggah pesan berbahasa Spanyol di akun Twitter-nya.

Langkah pemerintah El Salvador ini diambil kurang dari seminggu pasca keputusan Washington untuk memperpanjang dukungan sementara kepada warga El Salvador yang tinggal di AS. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*