Yerussalem,LiputanIslam.com—Uskup Katolik, Declan Lang, dan Uskup Anglikan, Christopher Chessun mengatakan pada Kamis (2/11) bahwa Inggris bertanggung jawab atas konflik yang terjadi antara orang-orang Israel dan Palestina.  Mereka mengatakan bahwa pengakuan atas tanah air orang-orang Palestina merupakan syarat mutlak untuk terciptanya keadilan dan rekonsiliasi di tanah suci itu.

Momen 100 tahun Deklarasi Balfour, saat Inggris memberikan dukungan untuk terbentuknya negara Yahudi di tanah Palestina, digunakan oleh kedua uskup ini untuk mengingatkan dosa masa lalu Inggris. Mereka meminta agar pertikaian yang berlangsung antara kedua negara itu segera terselesaikan.

“Keamanan dan kemajuan Israel tidak dapat mengabaikan aspirasi orang-orang Palestina,” ucap mereka.

“Kami memperbarui kembali seruan kami untuk pemerintah Inggris agar mengakui hak-hak rakyat Palestina membangun negara di tanah mereka sendiri, di samping negara Israel,” tambah mereka.

Deklarasi Balfour merupakan deklarasi yang disampaikan oleh Menlu Inggris, Arthur Balfour, pada 2 November 1917. Isinya adalah sebuah janji dan dukungan berdirinya sebuah negara untuk orang-orang Yahudi di tanah Palestina. Hingga kini, deklarasi ini terus menjadi saksi betapa Inggris telah berkontribusi besar atas ekspansi militer Israel dan terusirnya orang-orang Palestina dari tanah kelahiran mereka. (fd/thetablet)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL