Quebec,LiputanIslam.com— Quebec merupakan Provinsi terbesar, secara geografis, di Kanada. Baru-baru ini, Dewan Nasional Quebec menyampaikan pada Rabu (18/10) bahwa mereka akan menerapkan undang-undang terbaru yang melarang siapa pun untuk memakai masker atau kain apapun yang dapat menutupi wajah. Larangan ini berlaku bagi siapa saja yang menggunakan fasilitas umum milik pemerintah. Target utama undang-undang ini adalah perempuan muslim yang biasanya memakai niqab atau cadar.

Tiga partai terlibat perselisihan terkait ide penerapan rencana undang-undang yang disebut sebagai Bill 62 ini. Dua partai yaitu, Partai Québécois (PQ) dan Koalisi Avenir Québec (CAQ) mengatakan bahwa aturan tersebut tidak terlalu membatasi. PQ dan CAQ merupakan partai yang selalu ingin menerapkan undang-undang larangan penggunaan berbagai atribut keagamaan, termasuk hijab, Sorban bagi penganut Sikh, dan kippah bagi para pria Yahudi, untuk menggunakan fasilitas public seperti yang berlaku di Prancis atau beberapa negara di Eropa.

Sementara itu, partai sayap kiri, Québec Solidaire (QS) telah melayangkan kritiknya atas undang-undang baru tersebut dan menyebutnya sebagai undang-undang perampas hak perempuan untuk memakai cadar. Saat merespon undang-undang sebelumnya, QS membeberkan undang-undang tidak logis yang melarang kaum perempuan itu menggunakan bus untuk pergi ke perpustakaan, dan beberapa tempat lainnya.

Sayangnya, kritik yang dilontarkan oleh QS masih terlalu lemah untuk menggagalkan upaya penerapan undang-undang baru tersebut. (fd/SW)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL