Tokyo,LiputanIslam.com-Untuk pertama kali setelah bertahun-tahun, Jepang memutuskan untuk tidak mendukung resolusi bersama tentang pelanggaran HAM oleh Korut. Dilansir dari Reuters, Tokyo menyatakan, keputusan ini diambil karena masalah program senjata Korut dan sejumlah faktor lain.

“Tindakan in diambil dengan melihat semua aspek dan beragam faktor, seperti hasil pertemuan AS-Korut dan penculikan warga Jepang,”kata Yoshihide Suga (sekretaris kabinet Jepang) dalam konferensi pers.

Jepang dan Uni Eropa sejak 2008 telah sepakat untuk mengecam pelanggaran HAM di Korut. Pyongyang sendiri selalu membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Sebagai sekutu AS, Tokyo selalu mengamati perundingan antara Washington-Pyongyang. Jepang khawatir, terjalinnya kesepakatan antara dua musuh bebuyutan ini akan mengurangi komitmen AS kepada para sekutunya di timur Asia.

Di sisi lain, Jepang mengklaim bahwa sejumlah warganya hilang di Korut. Sebab itu, Tokyo khawatir masalah ini akan terabaikan dengan mencuatnya topik perundingan soal program nuklir dan rudal Pyongyang.

Shinzo Abe (PM Jepang) pernah mengatakan, Donald Trump mengaku bahwa ia menyinggung hilangnya warga Jepang saat bertemu Kim Jong-un. Abe menyatakan,  Jepang berkomitmen untuk menormalisasi hubungan dengan Korut. Namun ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.

Korut pada 2002 mengkonfirmasi telah menahan 13 warga Jepang atas tuduhan spionase. Belakangan 5 dari mereka telah dibebaskan. Namun Jepang mengklaim, jumlah warganya yang ditahan mencapai angka ratusan orang. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*