Kairo,LiputanIslam.com—Untuk kedua kalinya, Presiden Abdel Fattah el-Sisi kembali terpilih sebagai presiden Mesir untuk masa jabatan 2018-2022. Otoritas Pemilihan Umum di Mesir mengonfirmasi hal ini pada Senin (28/5). Sementara itu, pelantikan Presiden el-Sisi sebagai presiden Mesir dilakukan pada Sabtu (2/6). Pria berusia 63 tahun itu, melakukan sumpah jabatan di depan parlemen Mesir pada Sabtu pagi, dan memulai pekerjaannya sebagai kepala negara selama empat tahun ke depan. Di masa kepemimpinannya ini, mesir tengah menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan, akibat ulah beberapa kelompok teror yang melakukan aksinya di beberapa titik di Mesir.

Sebelumnya, el-Sisi menjabat sebagai presiden Mesir pada 2014 silam setelah berhasil menggulingkan kekuasaan presiden terpilih pertama untuk Mesir, Mohamed Morsi. Pada pemilu kali ini, mantan menteri pertahanan pada era Mohammed Morsi itu berhadapan dengan Moussa Mostofa Moussa. El-Sisi berhasil memenangkan pemilu dengan perolehan 1.8 juta suara, sementara lawannya Mustofa Moussa hanya mendapatkan 656.534 suara.

Namun, pemilihan umum kali ini yang terjadi di Mesir sempat diwarnai kontroversi. Pemerintah dianggap telah melakukan intimidasi terhadap lawan politiknya, sehingga kebebasan untuk berkampanye pun menjadi terhalang. Hal ini seolah dibenarkan oleh gugatan yang dilayangkan oleh komunitas HAM dan para aktivis. Mereka menganggap el-Sisi telah melanggar kebebasan publik dan kerap kali menekan lawan-lawannya. Bahkan, el-Sisi tak segan untuk memenjarakan mereka dalam beberapa bulan terakhir. (fd/Presstv/DW)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*