Beirut,LiputanIslam.com-Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Rabu (15/11) mengundang Saad Hariri dan keluarganya mengunjungi Prancis. Demikian dikabarkan oleh Associated Press dari Beirut, Lebanon.

Lebanon adalah negara bekas jajahan Prancis. Tampaknya Prancis berusaha memainkan peran sebagai penengah dalam krisis yang terjadi antara Lebanon dan Saudi.

Seorang staf kantor kepresidenan Prancis mengatakan, rencananya Hariri beserta keluarganya akan tiba di Prancis dalam beberapa hari mendatang. Menurutnya, Macron pada hari Selasa dan Rabu telah beberapa kali berdialog dengan Saad Hariri dan Muhammad bin Salman.

Sebelum ini Michel Aoun, presiden Lebanon, menyatakan bahwa Hariri berada dalam penahanan Saudi. Senada dengan Aoun, presiden Iran juga menuding Saudi memaksa Hariri untuk mundur. Rouhani, tanpa menyebut nama Saudi, juga menyatakan bahwa Riyadh meminta agar Israel menggempur Lebanon.

Media-media memberitakan, para menlu negara-negara Arab akan bertemu di Kairo untuk mengadakan rapat darurat, Minggu ini (19/11). Dalam rapat yang diadakan atas permintaan Saudi ini, mereka akan membahas krisis Lebanon dan “meningkatnya pengaruh Iran di kawasan.”

Menlu Lebanon mengatakan, dia ingin agar konflik Lebanon-Saudi soal Hariri diselesaikan secara baik-baik. Gebran Bassil yang tengah berada di Eropa mengatakan bahwa Beirut memiliki opsi untuk merujuk ke aturan internasional. Dia belum memberikan penjelasan rinci tentang masalah ini. Belum diketahui apakah Bassil juga akan hadir di rapat Kairo atau tidak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL