Washington,LiputanIslam.com-Hasil sebuah jajak pendapat terbaru mengungkapkan, meski ada sejumlah tuntutan perbaikan ekonomi, warga Iran masih mendukung sistem republik Islam dan kebijakan-kebijakannya. Menurut Washington Post, jajak pendapat ini dilakukan markas IranPoll atas permintaan Universitas Maryland, Amerika, usai terjadinya kerusuhan di Iran baru-baru ini.

Berdasarkan hasil polling yang dirilis Jumat (2/2) kemarin, warga Iran tidak mendukung opsi penggantian sistem politik atau kelonggaran dalam pelaksanaan hukum-hukum Islam. Mayoritas warga Iran juga mendukung kebijakan luar negeri pemerintah terkait isu Suriah dan Irak.

Selain itu, 85 persen warga Iran berpandangan negatif terhadap pemerintah Amerika, dan hanya kurang dari satu persen peserta jajak pendapat yang memiliki pendapat positif terhadap Paman Sam.

Dalam polling yang diadakan dari 16 hingga 26 Januari ini, 69 persen peserta menyebut kondisi ekonomi Iran tidak kondusif. Dari tiap 10 orang, 8 orang menyetujui tindakan lebih tegas untuk memerangi korupsi dan mencegah kenaikan harga pangan.

Meski demikian, hanya 4,9 persen yang percaya bahwa perlu ada perubahan mendasar dalam sistem politik Iran. Terkait program rudal, hanya 8,8 persen warga yang berpendapat bahwa anggaran program rudal mesti dikurangi.

Terkait kebijakan luar negeri, hanya 21,5 persen yang tidak menyetujui bantuan Iran untuk Irak dan Suriah. Mereka yang percaya bahwa keterlibatan Iran di Irak dan Suriah tidak menjamin kepentingan nasional Iran juga hanya berjumlah 17,2 persen.

Jajak pendapat ini menyatakan, mayoritas warga Iran menilai kebijakan Trump terhadap negara mereka dilandasi permusuhan dan kebencian. Namun mereka masih membedakan antara warga dan pemerintahan Amerika. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL