Sana’a,LiputanIslam.com—Di bangsal sebuah rumah sakit Ibu Kota Sana’a, Yaman, para dokter menggendong balita-balita dengan tulang rusuk yang menonjol dan nyaris seperti kerangka.

20 anak yang saat ini dirawat di bangsal rumah sakit itu hanyalah segelintir, bila dibandingkan dengan ratusan anak-anak Yaman yang saat ini sedang menderita kelaparan. Tepatnya, 11 juta anak sedang dilanda kelaparan, penyakit, dan tidak mendapatkan akses pelayanan sipil.

“Konflik di negara itu telah menjadi neraka bagi anak-anak,” ucap perwakilan UNICEF untuk Yaman kepada Reuters, pada Minggu (16/9).

“Saat ini, sekitar 1.8 juta anak di Yaman tengah kelaparan. Bahkan, 400.000 di antaranya sedang ada pada level kelaparan akut dan mendekati kematian,” tambahnya, menerangkan buruknya kondisi anak-anak di Yaman.

Koalisi pimpinan Arab Saudi telah menggempur negara Arab termiskin itu sejak Maret 2015 silam. Gempuran itu tak hanya menyebabkan ribuan nyawa melayang, tetapi juga menyisakan krisis-krisis lainnya termasuk krisis kelaparan. Rusaknya berbagai fasilitas umum, termasuk kesehatan dan sumber air, menyebabkan krisis itu semakin parah.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman merupakan tindakan illegal yang bertentangan dengan UU internasional. Sebab, suatu negara tidak berhak untuk memberikan intervensi militer terhadap negara lain yang berada di bawah naungan PBB, sebelum mendapatkan izin dari DK PBB. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*