Sanaa,LiputanIslam.com-Seiring berlalunya waktu, kondisi kemanusiaan di Yaman kian memburuk. Setelah tiga setengah tahun sejak agresi koalisi Saudi, kini Yaman di ambang paceklik terburuk.

UNICEF pada hari Jumat (5/10) merilis laporan tentang korban jiwa yang jatuh di Yaman akibat agresi koalisi Saudi.

Menurut laporan UNICEF, sebanyak 16 juta warga Yaman menemui kesulitan untuk memperoleh air minum akibat serangan-serangan agresor.

“Dengan adanya masalah kesulitan air, Yaman menghadapi gelombang kolera terburuk dalam sejarah negara ini,”demikian tertera dalam laporan badan PBB ini.

“Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran wabah kolera di Yaman adalah solusi politik dan dihentikannya serangan militer.”

Sebelum ini, WHO telah mengeluarkan peringatan gelombang baru wabah kolera di Yaman. Menurut badan kesehatan dunia ini, jumlah orang yang meninggal karena kolera dan gizi buruk terus meningkat.

PBB pada beberapa bulan lalu mengumumkan, sebanyak 7,15 juta warga Yaman tidak memperoleh air layak minum. Laporan PBB juga menyebutkan, Yaman dihadapkan pada kondisi yang tak menentu di bidang layanan kesehatan dan medis.

Saat ini, Yaman adalah negara terparah dari sisi krisis kemanusiaan; krisis yang timbul akibat blokade laut-udara koalisi Saudi-UEA ini praktis berubah menjadi “bencana.” Selain tempat pemukiman, rumah-rumah sakit, kanal air, dan infrastruktur Yaman juga menjadi target serangan agresor. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*