Yerussalem,LiputanIslam.com—Undang-undang kontroversial Israel yang merenggut hak-hak penduduk Palestina untuk hidup di Yerussalem al-Quds, telah memicu kemarahan dunia internasional.

Menlu Turki, menyampaikan pada Sabtu (10/3) bahwa Turki mengecam peraturan Israel tersebut dan menyebut bahwa Israel telah mencabut hak-hak rakyat Palestina sejak kependudukan Israel atas wilayah itu berlangsung pada 1967.

“Kami menolak langkah barbar Israel yang mencoba utnuk mengubah demografi di wilayah Yerussalem,” ucapnya.

Pada Rabu, parlemen Israel meresmikan undang-undang baru tentang pelanggaran kesetiaan, yang memungkinkan Menteri Dalam Negeri Israel untuk mencabut status tinggal tetap warga Palestina yang tinggal di Yerussalem al-Quds, hanya dengan tuduhan mengancam keamanan rezim Tel Aviv. Atas dasar ini, pemerintah Israel bisa mendeportasi siapa saja dan Pengadilan Tinggi Israel tidak bisa melawan keputusan Menteri Dalam Negeri Israel ini.

Tak hanya Turki, Qatar pun menyebut undang-undang ini sebagai peraturan yang tak etis. “Peraturan ini telah melanggar hukum-hukum internasional, kemanusiaan, dan konvensi PBB.”

Menlu Qatar menyeru masyarakat internasional untuk ikut bertanggung jawab menghentikan tindakan brutal Israel atas hak-hak rakyat Palestina.

Minggu ini, Uni Eropa memperingatkan bahwa Israel telah membuat kehidupan rakyat Palestina semakin sengsara, lebih dari apa yang telah mereka alami hari ini. Hingga saat ini, Uni Eropa tidak mengakui wilayah yang telah diduduki oleh Israel sejak Juni 1967.

Sementara itu, organisasi Pembebasan palestina (PLO) menyebut aturan Israel ini sebagai aturan yang sangat rasis. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*