Tunis,LiputanIslam.com-Mantan presiden Tunisia menyatakan, Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menghabiskan “anggaran besar” dan “kebodohan politik” untuk melawan norma-norma Arab.

Dalam wawancara dengan sebuah media Arab, Muhammad Munsif Marzouqi menyebut demo-demo di Aljazair dan Sudan sebagai “gelombang kedua Musim Semi Arab.” Dia berkeyakinan, kebangkitan ini tak bisa dihentikan dengan uang.

Diwawancarai oleh al-Khaleej Online, Marzouqi menyebut UEA berupaya menghalangi kemunculan revolusi di kawasan dengan uang. Namun, menurutnya, UEA tak akan sanggup melenyapkan spirit revolusi dari hati warga negara-negara tersebut.

“Kaum Arab hidup, bukan orang-orang mati. Saya telah menegaskan lebih dari sekali, bahwa Musim Semi Arab tidak akan berakhir. Gelombang kedua pasti akan muncul,”ucap Marzouqi.

“Pernyataan saya bukan sebuah ramalan gaib atau ramalan dengan kopi. Tapi berasaskan pada realita masyarakat yang sudah jenuh terhadap ketidakadilan,”lanjutnya.

Menurutnya, “kebodohan politik” UEA dan Saudi telah menyeret mereka untuk menentang norma-norma bangsa Arab.

“Tak ada penjelasan soal ini. Jika rezim-rezim ini yakin mendapatkan legalitas dari rakyat mereka, atau memerintah dengan adil, semestinya mereka tidak perlu mencemaskan dampak dari revolusi-revolusi ini,”tandas Marzouqi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*