AbuDhabi,LiputanIslam.com-Menteri negara untuk urusan luar negeri UEA menjustifikasi serangan koalisi Saudi ke Yaman dengan kejahatan AS di Irak dan Afghanistan.

Menurut laporan situs berita Emirates 71, Anwar Gargash pada Rabu (29/8) mengatakan,”Kita harus kembali merujuk ke laporan-laporan para pakar PBB tentang Yaman. Perang memang mencakup aspek penderitaan dan kesengsaraan. Ini dibuktikan dengan apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, dan Suriah. Namun pada akhirnya, kita bertanggung jawab atas keamanan dan stabilitas kita sendiri. Ini merupakan prioritas kita.”

Para analis berpendapat, Gargash ingin menjustifikasi bahwa pembantaian yang dilakukan koalisi Saudi di Yaman, sama seperti tindakan yang dilakukan AS dan NATO di Afghanistan dan Irak. Dia berusaha mengesankan bahwa negara-negara itu membanjirkan darah demi menjaga keamanan mereka.

Padahal, para mantan petinggi AS dan Tony Blair (mantan PM Inggris dan sekutu George Bush dalam invasi ke Irak tahun 2003) berulangkali menegaskan, invasi mereka tak hanya gagal mewujudkan keamanan untuk AS dan Inggris, bahkan invasi ke Irak, ditambah perang di Afghanistan, berperan besar dalam perluasan terorisme.

Pernyataan Gargash berkaitan dengan laporan para pakar PBB tentang perang di Yaman. Dalam laporan kepada Dewan HAM PBB, mereka menyatakan, ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan Saudi dan UEA melakukan pelanggaran HAM di Yaman.

Selain menyebut kerugian dan kerusakan yang timbul akibat agresi koalisi Saudi ke Yaman dalam setahun terakhir, para pakar PBB meminta masyarakat dunia tidak menyediakan senjata-senjata yang mungkin akan digunakan untuk memerangi rakyat Yaman. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*