Sanaa,LiputanIslam.com-Kantor berita Associated Press menukil dari para pejabat Yaman, UEA tidak mengizinkan sebuah kapal merapat ke pelabuhan Aden. Kapal itu dikabarkan membawa uang senilai 170 milyar riyal Yaman (680 juta dolar).

Menurut para pejabat yang berafiliasi kepada pemerintahan Mansour Hadi ini, uang tersebut akan digunakan untuk membayar gaji para pegawai pemerintah Yaman. Para pegawai ini sudah tidak menerima gaji lebih dari setahun.

Seperti pelabuhan-pelabuhan lain di Yaman, Aden juga dikuasai oleh UEA. Negara ini beserta negara-negara lain dalam koalisi pimpinan Saudi telah memblokade Yaman selama berbulan-bulan. Mereka mengawasi keluar-masuknya kapal dan barang-barang di Yaman.

UEA juga mengontrol bandara-bandara selain pelabuhan. Menurut pengakuan sumber Associated Press, sebelum ini UEA juga mencegah pesawat pembawa gaji pekerja Yaman untuk mendarat.

Hadi pada tahun lalu memindahkan bank pusat Yaman dari Sanaa, yang dikuasai kelompok revolusi, ke Aden. Dia telah mengundurkan diri sebelum krisis Yaman, namun masih menyebut dirinya sebagai “presiden sah Yaman.” Hadi dituding menggelapkan sumber-sumber keuangan negara, termasuk gaji pegawai, demi kepentingan pribadinya.

Sejauh ini, UEA belum menanggapi kabar yang dirilis Associated Press ini.

Blokade atas Yaman telah menimbulkan salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Harian New York Times pada tahun lalu menyinggung paceklik dan penyebaran wabah menular, seperti kolera, di Yaman. Krisis Yaman disebut sebagai “krisis kemanusiaan terbesar dunia” dan “kematian bertahap.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*