Rakyat yang menjadi korban atas konflik PKK-Turki. Foto AFP

Rakyat yang menjadi korban atas konflik PKK-Turki. Foto AFP

Ankara, LiputanIslam.com — Jet Turki tempur Turki dilaporkan telah mengebom posisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, termasuk di Qandil, pada Minggu dini hari kemarin. Serangan ini menghancurkan depot amunisi, instalansi dan bunker senjata.

“Jet tempur F-16 dan F-4 2020 kembali ke Turki setelah melakukan serangan,” papar narasumber, seperti dilansir Press TV (9/5/2016). Serangan ini berarti bahwa militer Turki telah mengabaikan undang-undang internasional dengan melanggar kedaulatan wilayah Irak.

Seperti diketahui, Turki memang telah terlibat dalam serangan besar anti-PKK di wilayah selatan selama beberapa bulan terakhir. Pada hari Sabtu lalu, pasukan Turki menewaskan anggota PKK di Mardin, Sirnak dan Tunceli. Ada 11 anggota lainnta yang tertangkap dalam operasi militer di Hakkari.

Pada hari Minggu, ledakan bom terjadi di kota tenggara Turki, Nusaybin, yang menewaskan sedikitnya dua tentara dan melukai beberapa orang lainnya. Turki menuding bahwa PKK ada di balik serangan ini.

Presiden Erdogan secara terbuka menyerukan agar PKK segera menyerah, karena jika tidak, maka ia akan membunuh semua orang-orang Kurdi.

Seruan itu dibalas tak kalah garang PKK, yang balik mengancam bahwa pihaknya akan meningkatkan serangan terhadap tentara Turki jika Ankara melanjutkan serangannya terhadap orang Kurdi.

“Kami tidak ingin memecah belah Turki. Kami ingin hidup dengan syarat bahwa Turki membebaskan tanah kami. Perjuangan akan terus berlanjut sampai akhirnya orang-orang Kurdi mendapatkan hak-haknya,” jelas Cemil Bayik, pemimpin PKK.

Bayik menekankan bahwa konflik antara Turki-Kurdi hanya bisa diselesaikan dengan cara dialog, namun PKK hanya bersedia duduk di atas meja untuk berunding jika Turki menghentikan politik genosidanya.

PKK sendiri telah berjuang untuk mendapatkan wilayah otonomi Kurdi sejak tahun 1984. Oleh Turki, PKK dimasukkan ke dalam daftar teroris dan kerap terjadi bentrokan. Konflik yang berlarut-larut tersebut telah menewaskan lebih dari 40.000 orang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL