Tehran, LiputanIslam.com—Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Akylbek Kamaldinov, mengatakan bahwa Turki, Rusia, dan Iran telah bersepakat untuk meningkatkan kerjasama di Suriah, Rabu (15/03).

Setelah pembacaan kesepakatan bersama perundingan damai atas konflik Suriah di Ibukota Astana, Kamaldinov mengatakan bahwa semua pihak telah menegaskan tekad mereka untuk memperkuat gencatan senjata di Suriah.

“Mereka sutuju untuk melaporkan berbagai pelanggaran gencatan senjata yang terjadi di Suriah. Hal ini untuk memastikan terjadinya penurunan atas berbagai pelanggaran dan mendukung efektivitas mekanisme pengamatan trilateral”, ucap Kamaldinov.

Ia mengatakan bahwa mereka sutuju Iran bergabung bersama Turki dan Rusia sebagai penjamin gencatan senjata tersebut.

Perundingan yang diadakan di Astana fokus pada persoalan gencatan senjata yang dimulai pada 30 Desember mendatang. Perundingan tersebut ditengahi oleh Turki, yang mendukung oposisi, serta Iran dan Rusia yang mendukung pemerintah Suriah.

Setelah gencatan senjata pada 30 Desember nanti, perundingan berikutnya akan diselenggarakan pada 23 dan 24 Januari tahun depan. Turki, Rusia, dan Iran membentuk mekanisme trilateral untuk mengamati dan memastikan kepatuhan atas gencatan senjata di Suriah.

Kamaldinov menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan diselenggarakan di Astana pada 3 dan 4 Mei mendatang. Sementara itu, persiapan pertemuan rencananya juga akan digelar di Tehran pada 17 dan 19 April mendatang.

“Berbagai pihak juga setuju untuk bekerjasama melindungi berbagai peninggalan bersejarah di Suriah yang tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO”, pungkasnya. (Fadel)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL