UK,LiputanIslam.com—Seorang pria asal Inggris yang dicurigai sebagai anggota senior kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIL) telah dipidana di Turki atas tuduhan terorisme dan dijatuhi hukuman tujuh setengah tahun penjara.

Aine Davis, seorang yang brutal dan pemenggal kepala para sandera di Suriah, telah ditangkap di dekat kota Istambul, Turki, pada 2015 lalu.

Pejabat di pengadilan Turki, tepatnya di Silivri, memvonisnya bersalah pada Selasa (9/05), selanjutnya hakim menegaskan bahwa selama 33 tahun, Davis telah menyusun rencana untuk melakukan serangan teror di negara tersebut.

“Saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak bersalah atas tuduhan tersebut. Saya bahkan tidak tahu, mengapa kasus ini memakan waktu yang lama untuk proses pengadilan. Saya hanya ingin kebebasan saya,” kata Davis sebelum vonis dibacakan.

Mantan pengemudi dan pengedar narkoba itu datang dari London Barat dan pergi ke Suriah pada tahun 2013 dan tiga tahun kemudian bergabung ke dalam kelompok beranggotakan empat orang yang dijuluki “The Beatles,” yang kabarnya telah menampung lebih dari selusin sandra asing.

Davis diangkat pada 2016 lalu sebagai kaki tangan tiga warga Inggris lainnya, yaitu: Mohammed Emwazi (dikenal sebagai Jihadi Jhon), Alexanda Kotey, dan El Shafee Elsheikh.

Davis, sebagai satu-satunya anggota kelompok yang menghadapi persidangan, membantah semua tuduhan tersebut.

Dinas keamanan AS yakin bahwa kelompok teroris tersebut merupakan figur yang berada di balik video eksekusi sandera Inggris, Alan Henning dan David Haines, serta sandera Amerika, James Foley, Steven Sotloff, dan Peter Kassig.

“Dia harus menghadapi keadilan, dimanapun. Sekalipun itu di Inggris atau Turki, dia tetap harus berada di penjara selamanya,” ucap Javier Espinosa, seorang jurnalis Spanyol dan salah satu mantan tawanan kelompok tersebut.

Pada tahun 2014, sebuah pengadilan Inggris memberikan hukuman penjara kepada istri Davis, Amal el-Wahabi (27), yang dinyatakan bersalah karena berusaha membayar penyelundup untuk mengambil 19.500 dolar secara tunai ke Davis, di Suriah.

Bersama para anggota dari beberapa negara Barat, kelompok teroris ISIL mengendalikan beberapa wilayah di Suriah dan Irak, dan telah melakukan tindakan kekerasan yang mengerikan, seperti pemenggalan dan penyaliban terhadap semua komunitas termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen.

Pihak berwenang Inggris mengatakan bahwa setidaknya, 800 warga Inggris telah melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk berperang bersama kelompok takfiri. Pemerintah Inggris pun menganggap bahwa mereka merupakan ancaman keamanan yang potensial saat kembali ke negara tersebut.

Februari lalu, badan intelijen kriminal Uni Eropa, Europol, mengatakan bahwa 5.000 anggota Daesh yang terlatih pada umumnya berasal dari Eropa. Sementara itu, sekitar 30.000 militan dari 100 negara telah dilaporkan melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak sejak tahun 2011 untuk bergabung dalam jajaran kelompok teroris Takfiri. (fd/Prestv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL