Ankara,LiputanIslam.com-Sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan, Ankara menganggap ISIS dan Jabhat al-Nusra (yang berubah nama menjadi “Jabhat Fath al-Sham”) sebagai kelompok teroris. Untuk itu, Ankara akan mengambil sikap berdasarkan hal ini.

Menurut laporan Al-Alam, Selasa (24/1) Jabhat al-Nusra menyerang sejumlah kelompok anggota koalisi yang bernama FSA (Free Syrian Army) di barat laut Suriah. Al-Nusra mengancam akan menyerang tiap kelompok yang didukung Turki. Mereka juga sesumbar akan menggagalkan perundingan yang diawasi Rusia.

“Mungkin serangan ini dilakukan karena Jabhat al-Nusra tidak menghendaki solusi politik untuk mengatasi krisis Suriah,”ungkap sumber ini.

Terkait draft UUD mendatang Suriah, sumber ini menyatakan negaranya tidak tahu sama sekali soal ini. Dikabarkan bahwa draft ini disusun Rusia di perundingan Astana. Dalam draft ini disebutkan, suku Kurdi akan diberi hak otonomi.

Di pihak lain, Maria Zakharova, jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan,”Tujuan disusunnya draft UUD baru Suriah oleh Rusia adalah mendorong warga Suriah untuk memulai pembahasan terkait hal ini. Adapun bentuk pemerintahan Suriah di masa depan akan ditentukan bangsa Suriah sendiri, apakah dalam bentuk federal, konfederasi, atau otonom.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL