Turki

Deputy Turkish Prime Minister and government spokesman Numan Kurtulmus

Ankara, LiputanIslam.com — Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, menyebut bahwa eksekusi terhadap Syaikh Nimr Baqir al-Nimr yang dilakukan rezim Arab Saudi memiliki muatan politik. Dalam konferensi pers yang digelar Senin (04/1/2016), ia berkata bahwa Ankara tidak mendukung eksekusi tersebut.

“Kami menentang seluruh bentuk hukuman mati, apalagi jika hal itu memiliki muatan politik,” ucapnya, seperti dilansir Presstv, (05/11/2016).

Bagaimanapun juga, eksekusi terhadap Syaikh Nimr telah meningkatkan ketegangan di kawasan, dan dianggap menjadi ancaman bagi upaya perdamaian di Suriah dan Yaman.

Kurtulmus, yang juga menjabat sebagai juru bicara pemerintah Turki, menyuarakan kekhawatiran tersebut.

“Kawasan ini telah menjadi segentong bubuk (telah hancur lebur-red). Cukup sudah, kami perlu ketenangan di wilayah ini.”

Dia juga mendesak Iran dan Arab Saudi untuk meredakan ketegangan pasca putusnya hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut.

“Kami harap kedua negara menjauh dari suasana tegang, yang hanya akan menambah ketegangan yangs udah sedemikian parah di Timur Tengah.

Saat ini, hubungan Turki dan Arab Saudi terjalin cukup mesra. Pada bulan Desember lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan dengan seluruh jajaran rezim Saudi.

Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya bersiap memotong lalu lintas udara dengan melarang penerbangan pesawat dari dan ke Iran. Warga Saudi juga dilarang bepergian ke Iran. Meski demikian, Jubeir menegaskan bahwa warga Iran tetap dibolehkan menjalankan ibadah haji dan umrah di Mekkah dan kota lain di Saudi.

Syarat Saudi memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran itu disampaikan Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi.”Sangat sederhana. Iran berhenti dan berhenti mencampuri urusan internal negara lain, termasuk negara kami. Jika mereka melakukannya, kami akan tentu saja memiliki hubungan normal dengan Iran. Kami bukan musuh alami Iran,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL