Tunis,LiputanIslam.com-Dinukil dari kantor berita Sputnik, Tunisia mengumumkan larangan mengenakan cadar dan penutup muka di organisasi dan kantor-kantor pemerintahan.

Undang-undang larangan menutup seluruh wajah ini berlaku bagi para pejabat, juga para perujuk ke lembaga dan kantor pemerintah Tunisia.

Baca: Arab Saudi “Sandera” Tanker Minyak Iran

Pada 27 Juni lalu terjadi ledakan bom bunuh diri di Tunis, ibukota Tunisia. Serangan itu menjadikan aparat keamanan Tunisia sebagai targetnya. Menurut laporan, para teroris dalam aksi bom bunuh diri itu mengenakan cadar agar mereka tidak diidentifikasi. Serangan bom itu merupakan aksi teror ketiga dalam waktu sepekan di Tunisia, dan terjadi saat kunjungan wisatawan asing ke negara itu mencapai puncaknya.

Larangan mengenakan hijab dan cadar bagi para wanita di Tunisia dicabut pada 2011 lalu. Pada Februari 2014, menteri dalam negeri Tunisia menginstruksikan agar polisi menggeledah para pengguna cadar sebagai bentuk pencegahan aksi terorisme. Sejumlah negara Eropa, Afrika, dan Asia hingga saat ini juga melarang penggunaan cadar dan burqa dengan alasan keamanan. (af/yjc)

Baca Juga:

Soal Sanksi AS, Zarif: Saya Tak Punya Rekening Luar Negeri

Pasca Pengeboman: Pemerintah Sri Lanka Tekan Pengaruh Wahabisme

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*