Washington,LiputanIslam.com-Donald Trump dalam pidatonya, Rabu (2/1) di hadapan anggota kabinet tidak menyebutkan kapan ia akan menarik pasukan AS dari Suriah.

Saat ditanya tanggal penarikan pasukan AS, dia hanya menjawab “hal ini akan dilakukan pada suatu waktu.” Trump juga mengatakan, AS akan melindungi kelompok Kurdi sekutunya di Suriah.

Trump pada Desember lalu mengumumkan penarikan 2000 serdadu AS dari Suriah. Menurutnya, ini dilakukan usai ‘mengalahkan’ ISIS di negara tersebut.

Sesaat setelah pengumuman ini dirilis, para pejabat AS menyatakan, proses ini akan berlangsung selama 30 hari. Namun, ABC News pada Kamis (27/12/2018) pekan lalu melaporkan, Pentagon memprediksi bahwa penarikan pasukan AS akan berjalan lebih lambat dan bisa saja berlangsung selama beberapa bulan.

Pada beberapa hari terakhir, tampaknya Trump juga mundur dari rencana awalnya dan cenderung untuk menjalankan proses penarikan secara lebih lambat.

“Seiring dengan penumpasan sisa-sisa ISIS, pasukan kita akan ditarik secara bertahap agar bisa menemui keluarga mereka,”cuit Trump melalui akun Twitter-nya.

Lindsey Graham (senator dari Republik) beberapa hari lalu juga mengumumkan, Trump akan melambatkan proses penarikan pasukan AS dari Suriah.

AS menempatkan pasukannya di Suriah sejak September 2014, sebagai bagian dari strateginya untuk membantu para pemberontak di negara tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*