Washington,LiputanIslam.com-Presiden Amerika disebut tidak punya rencana untuk menghadapi Iran, walau ia kerap berkoar soal urgensi mencegah pengaruh Iran di Timur Tengah.

Situs Los Angeles Times (LAT) menulis, pekan lalu pasukan yang didukung Amerika di Suriah berhasil mengusir ISIS dari Raqqa. Meski ini adalah kemenangan besar, tapi tampaknya tidak mendapat apresiasi yang layak. Trump tidak merilis pernyataan resmi terkait kesuksesan ini, juga tidak ada pengumuman apakah misi Amerika telah berakhir atau tidak.

Menurut LAT, salah satu penyebabnya adalah karena perang melawan ISIS bukan sebuah isu penting lagi. Sebab pemerintahan Trump baru-baru ini mengumumkan perang lain yang lebih luas di Timteng, yaitu perang melawan Iran.

Trump pada 13 September mengklaim,”Iran adalah pendukung kemajuan terorisme di dunia. Semakin kita mengabaikan ancaman ini, ia akan semakin berbahaya.” Dia mengaku akan mengerahkan segala upaya (baik ekonomi, politik, dan militer) untuk “mencegah pengaruh Iran di kawasan.”

Namun masalahnya, Trump tidak benar-benar tahu cara mewujudkan tujuannya. Kalau pun ia tahu, ia tidak memberitahukannya kepada siapa pun. Memang Gedung Putih telah merilis “strategi baru menghadapi Iran.” Namun dokumen empat halaman ini hanya berisi ketidakpuasan terhadap Iran, tanpa ada penjelasan lebih rinci terkait konsekuensi dari aksi-aksi Iran yang diklaim Trump.

Menurut James F. Jeffrey, mantan penasihat senior pemerintahan George W. Bush, Trump tidak memiliki rencana strategis. “Dia (Trump) menantang Iran untuk berduel, tapi tidak memiliki senjata untuk melakukannya,”ujar Jeffrey. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL