Washington,LiputanIslam.com-Gedung Putih mengumumkan, presiden AS telah menandatangani UU “Bantuan dan Tanggung Jawab Terkait Pembunuhan Massal di Irak dan Suriah” pada hari Selasa (11/12).

“Iraq and Syria Genocide Relief and Accountability Act” yang ditandatangani Donald Trump ini meliputi pemberian bantuan kemanusiaan dan bantuan lainnya kepada kelompok minoritas di dua negara Arab tersebut.

“UU baru ini meminta agar Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah-pemerintah asing untuk mengidentifikasi dan mengadili para tersangka pelaku kejahatan kemanusiaan, atau pembantaian massal, atau kejahatan perang. Para anggota kelompok-kelompok teroris asing yang aktif di Irak dan Suriah juga termasuk dari orang-orang tersebut,”tutur Lindsay Walters (Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih) dalam statemennya.

Draf UU ini telah didukung serta disetujui oleh Partai Demokrat dan Republik di Kongres dan Senat AS.

UU ini ditandatangani oleh Trump, padahal AS sendiri disebut-sebut sebagai salah satu pelaku utama pembantaian massal di Irak dan Suriah. Pesawat-pesawat tempur AS telah melakukan banyak serangan berdarah di dua negara tersebut. Hingga kini, puluhan ribu wanita dan anak-anak menjadi korban dalam serangan-serangan tersebut.

Pada hakikatnya, Trump telah menyetujui sebuah UU yang di masa mendatang akan menjadi bumerang bagi negaranya sendiri. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*