Washington,LiputanIslam.com-Menurut  laporan yang dikutip Washington Post dari sejumlah sumber di Kongres AS, Trump berniat mengesahkan kesepakatan ekspor senjata yang ditangguhkan Obama di akhir masa jabatannya.

Obama menangguhkan izin ekspor senjata ke Saudi dan Bahrain lantaran kemungkinan adanya pelanggaran HAM oleh dua negara ini.

Kendati Gedung Putih tidak bersedia memberi pernyataan terkait kabar ini, salah satu pejabat AS yang terlibat langsung dalam pengiriman paket senjata ini menginformasikan kepada Washington Post, kini sebuah muatan senjata senilai 300 juta dolar telah siap dikirim kepada Saudi. Paket ini meliputi teknologi rudal yang bisa dikontrol.

Sumber ini juga melaporkan, paket jet tempur F-16 senilai milyaran dolar untuk Bahrain sedang menunggu izin ekspor dari pemerintahan baru.

Sebelum ini, para anggota Kongres dari Demokrat dan sebagian dari Republik meminta Obama menghentikan pengiriman senjata kepada Saudi dan Bahrain. Argumen yang mereka gunakan adalah agresi brutal Saudi ke Yaman dan pelanggaran HAM di dua negara Teluk ini.

Musim panas tahun lalu, lebih dari 60 anggota Kongres AS menandatangani surat yang menuntut penundaan penjualan tank senilai 1,15 milyar dolar ke Saudi.

Alasan utama yang dikemukakan adalah kekhawatiran bahwa serangan udara Saudi ke Yaman bisa memperkuat radikalisme dan penyebaran kelompok ISIS serta al-Qaeda di Yaman.

Saat itu, Obama tidak membatalkan penjualan tank-tank ini. Namun di akhir masa jabatannya, dia menangguhkan kesepakatan ekspor senjata yang lain ke Saudi, termasuk teknologi rudal yang bisa dikontrol. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL