Washington,LiputanIslam.com-Presiden Amerika dalam pidatonya di hari Senin (5/2) mengkritik para rivalnya dari Partai Demokrat. Donald Trump menganggap mereka sebagai “pengkhianat” lantaran tak bertepuk tangan untuknya saat ia berpidato di hadapan Kongres.

Dia mengklaim, orang-orang Demokrat lebih suka melihat dirinya melakukan kesalahan, daripada menyaksikan Amerika dalam kondisi stabil.

“Orang-orang Republik memberikan aplaus untuk saya, tapi mereka (Partai Demokrat) hanya diam saja. Padahal saya berbicara tentang berkurangnya angka pengangguran di kalangan warga Afro-Amerika. Tindakan mereka sama sekali tidak mencerminkan karakter Amerika,”keluh Trump.

“Ada orang yang mengatakan, mereka adalah pengkhianat. Kenapa tidak? Kita memang bisa menyebut mereka sebagai pengkhianat. Tampaknya mereka tidak mencintai Amerika,”lanjutnya.

Pekan kemarin Trump menyampaikan laporan soal kondisi Amerika untuk pertama kalinya di hadapan anggota Senat dan parlemen. Berdasarkan UU Amerika, presiden diwajibkan melaporkan visi-visi pemerintah untuk satu tahun ke depan satu kali dalam setahun di hadapan Kongres.

Trump dalam pidatonya berulangkali membanggakan pulihnya kondisi ekonomi Amerika, perkembangan pasar saham, dan berkurangnya angka pengangguran. Padahal kemarin Amerika menyaksikan jatuhnya nilai saham Wall Street secara drastis. Hal ini terjadi untuk kali pertama dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Pengurangan pajak yang disinggung Trump juga merugikan warga Amerika, meski di satu sisi menguntungkan mereka. Sebab, UU yang meningkatkan jumlah lapangan kerja di Amerika juga mengancam kelangsungan lingkungan hidup di negara tersebut. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*