Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS lagi-lagi menyuarakan pembelaan terhadap putra mahkota Saudi terkait tewasnya Jamal Khashoggi. Donald Trump menyebut tersangka utama kasus ini (Bin Salman) adalah “orang yang sangat jijik terhadap perbuatan semacam ini.”

“Saya sendiri sangat membenci kejahatan, juga sangat jijik terhadap semua kejadian dalam kasus ini dan upaya-upaya untuk menutupinya. Tapi saya tegaskan kepada kalian, Putra Mahkota (Muhammad) Bin Salman juga lebih membenci hal-hal ini,”ujar Trump kepada para wartawan di Florida, Kamis (22/11).

Dia juga mengatakan, tanpa Saudi, Israel akan mengalami kesulitan besar.

Trump menegaskan, Saudi adalah sekutu penting bagi AS. Menurutnya, jika AS harus mengikuti standar-standar khusus, nyaris tidak ada negara yang akan menjadi sekutu Washington.

“Kita sudah menciptakan ratusan ribu lapangan kerja (berkat kesepakatan dengan Saudi). Apakah orang-orang menghendaki agar saya mengabaikannya?”ujar Trump.

Keberadaan pengawal pribadi Bin Salman dalam tim pembunuh Khashoggi, juga adanya bukti rekaman perbincangan telepon, membuat banyak analis, bahkan CIA, meyakini bahwa pembunuhan itu dilakukan atas instruksi Bin Salman. Hanya Trump satu-satunya orang yang menerima versi Saudi soal kasus ini.

Saudi mengaku, tim yang diutus ke Istanbul untuk meyakinkan Khashoggi pulang ke negaranya, telah bertindak melampaui batas sehingga berujung pada tewasnya jurnalis tersebut.

Beberapa hari lalu, Trump mengatakan, mungkin saja Bin Salman tahu kejadian tersebut atau tidak tahu. Namun dalam di hadapan para wartawan di Florida, dia bahkan tidak menerima keberadaan jejak putra mahkota Saudi dalam kasus ini. Trump justru mengkambing hitamkan dunia atas terjadinya peristiwa ini.

“Mungkin dunia bisa dianggap bersalah atas kejahatan ini, sebab dunia sekarang sudah menjadi tempat yang sangat buruk,”ujarnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*