Washington,LiputanIslam.com-Donald Trump dalam pidatonya pada Kamis (29/3) mengeluhkan tingginya biaya keberadaan tentara AS di sejumlah titik dunia, termasuk Timur Tengah. Dia berkata bahwa AS akan segera angkat kaki dari Suriah.

Trump berbicara tentang rekonstruksi infrastruktur AS dalam pertemuan di Richfield, Ohio. Menurutnya, keberadaan militer AS di luar negeri tidak membawa keuntungan ekonomi. “Kita sedang mengantar ISIS ke neraka dan akan segera meninggalkan Suriah. Biarlah orang-orang lain yang mengurusnya (Suriah),”ujar Trump.

“Kita akan segera merebut 100 persen wilayah-wilayah yang diklaim Khilafah. Kita akan segera kembali ke rumah, tempat kita seharusnya berada.”

Janji Trump bahwa AS akan segera angkat kaki dari Suriah berlawanan dengan statemen para petinggi militer AS, salah satunya adalah Joseph Votel. Votel mengindikasikan keberadaan militer AS untuk waktu yang lama di Suriah. Namun kali ini dengan dalih untuk menghadapi ‘ancaman Iran’ dan mencegah Negara Mullah menguasai Suriah.

Beberapa saat setelah pidato Trump, Heather Nauert, jubir kemenlu AS, menyatakan ketidaktahuannya soal rencana AS meninggalkan Suriah. Dia mengaku tidak tahu bagaimana presidennya bisa mengutarakan hal tersebut.

Jubir kemenlu Rusia, Maria Zakharova, pada Kamis (29/3) mengumumkan, Moskow memiliki info bahwa AS tengah memindahkan persenjataan beratnya ke kawasan al-Tanf di selatan Suriah. Kemenhan Rusia juga menyatakan, fregat-fregat destroyer AS telah ditempatkan di sekitar pesisir Suriah. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL